Showing posts with label Nostalgia. Show all posts
Showing posts with label Nostalgia. Show all posts

Tuesday, 1 September 2015

Sudomo jelaskan kasus Hakim HG:



OPSTIBPUS BONGKAR PENYIMPANGAN DI PENGADILAN

JAKARTA, Kamis

    PANGLIMA Kopkamtib Laksamana TNI Sudomo mengatakan, Opstibpus telah berhasil mengungkapkan adanya penyimpangan penyelesaian perkara yang berlatar belakang pungli di Pengadilan, antara lain dalam hal pendistribusian perkara, penyelesaian permohonan pewarganegaraan dan dalam hal penyidangan perkara.


    Hal itu dikemukakannya dalam keterangan kepada pers di aula Departemen Kehakiman Rabu malam. Dalam kesempatan itu Sudomo didampingi Menteri Kehakiman Mudjono SH, Irjen Dep. Kehakiman  Kamil Kamka SH, Kas Kopkamtib Letjen TNI Widjojo Sujono, Koordinator Opstibpus Mayjen EY. Kanter SH dan staf lainnya.

Sunday, 2 August 2015

Operasi Yustisi di Monas



Kencing didenda Rp 10.000,- 

    INI KISAH benar-benar terjadi, seorang warga DKI H. Abdul Hamid, yang buang air kecil sembarangan di Taman Monas Jakarta Pusat Selasa malam, harus mengeluarkan uang Rp 10.000,- akibat perbuatannya itu. Kalau tidak bisa membayar maka pria gagah  bertubuh tinggi besar itu  harus meringkuk dalam kurungan selama 10 hari.

  
OPERASI YUSTISI: Dalam rangka penegakan Perda 3/1972 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, dilakukan Operasi Yustisi. Tahap penindakan  telah dilakukan dan mulai Rabu para pelanggar Perda 3/1972 tentang Ketertiban Umum di DKI langsung diadili di tempat. Nampak seorang wanita yang dituduh  akan melakukan perbuatan asusila tengah diadili. (Foto:33).**

Catatan ringan tentang angkutan bis lebaran



Yang penting sampai tujuan

    DUDUK di kursi empuk yang bisa disetel ke belakang sehingga posisi tubuh setengah berbaring atau disetel agar duduk kita tegak, sambil menonton film video atau mendengarkan musik merdu di dalam ruangan berhawa segar sebuah bis, belum semua orang bisa menikmatinya. Dengan kata lain belum semua orang bisa menikmati suatu perjalanan yang nyaman dengan angkutan umum seperti bis dan kereta api.
MENUNGGU DAN MENUNGGU: Apa mau dikata, jika memang tidak mampu berebut tempat di bis-bis yang baru memasuki terminal,  lebih baik menunggu kesempatan  sampai bisa naik bis dengan aman. Tetapi dengan menunggu maka bisa hilang kesabaran kita, karena bisa satu jam,  dua jam bahkan bisa  sampai hari berikutnya. Rekaman gambar ini memperlihatkan  beberapa calon penumpang di terminal  bis antarkota Pulo Gadung Jakarta yang harus menunggu dan menunggu karena  enggan berebut tempat dengan alasan  masing-,masing . (Foto:33/nt)***

Pengakuan seorang waria:



Biar hatiku hancur asalkan mereka bahagia

    KETABAHAN menghadapi kenyataan hidup merupakan  salah satu modal yang harus dimiliki para waria (wanita pria) yang bagi kalangan tertentu tidak mengakui keberadaan mereka.”Kita memang harus sering istigfar,”ujar Nurlaelasari (42 tahun), Sekretaris Himpunan Waria (Hiwaria) DKI Jakarta.

Friday, 31 July 2015

Banyak surat kaleng masuk ke DPRD DKI:



Dari masalah pribadi, penyelewengan kekuasaan sampai masalah kedinasan diungkapkan

    SURAT kaleng jelas berbeda  dengan surat kabar, surat gadai, surat nikah dan surat-surat lainnya. Barangkali yang mendekati atau serupa dengan surat kaleng hanyalah surat berantai saja. Itu, surat yang isinya menakut-nakuti orang yang menerimanya. “Anda bisa ketabrak mobil jika Anda tidak memperbanyak surat ini dan mengirimkannya kepada banyak orang,” demikian kira-kira ancaman yang ditulis dalam surat berantai itu.

Saturday, 11 July 2015



Yayasan Jalan Terang akan bangun sebuah museum Islam


Masagung, Ketua Yayasan Jalan Terang, tengah memegang duplikat pedang Dzulfakar yang nantinya akan merupakan salah satu koleksi museum Islam. (Foto:Idayu/ag)




Jakarta, (AB)-
    Suatu tiruan kompleks bangunan  sebesar Masjidil Haram di Mekah dengan bentuk yang sama akan didirikan  di Indonesia oleh Yayasan Jalan Terang yang dipimpin H. Masagung.

Puisi-puisi

        


mauku


inginku seperti mereka
tertawa disaat
derita merasuk diri
aku mau seperti mereka
bebas
melagukan kebenaran

Wednesday, 1 July 2015

Bianglala



Ada dubes kok ngurusi karcis Garuda

    KISAH ini dituturkan di buku “Soesilo Soedarman:Prajurit-Diplomat-Nayaka” yang diluncurkan bersamaan dengan buku “R. Mohamad Dalam Revolusi 1945 Surabaya” di Hotel Indonesia, Selasa malam.

Monday, 22 June 2015

Jasa ISDN sudah seperti di depan mata



    Indonesia maju selangkah lagi di bidang telekomunikasi dengan dioperasikannya  Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) South East Asia- Middle East-Western Europa 2 (SEA-ME-WE2) pada 18 Oktober 1994.  Dengan demikian Indonesia memasuki  jaringan global serat optik, karena SKKL SEA-ME-WE 2 ini terhubung dengan  SKKL serat optik  Asia Pasific Cable di Singapura. Indonesia melalui PT Indosat memiliki andil dalam pembangunan sistem  komunikasi yang banyak memiliki keunggulan ini.

Wednesday, 27 May 2015

Wisata Ziarah



Wisatawan Nusantara banyak yang melakukan perjalanan wisata ziarah ke makam-makam para wali  dan tokoh agama yang dinilai berjasa dalam penyebaran agama Islam. Nampak para wisnus bersama-sama memanjatkan doa di kompleks pemakaman Sunan Ampel, di desa Ampel, Surabaya. (Foto:AB/3.15)



Tuesday, 26 May 2015

Pesan seorang preman muda



“Bergaullah dengan teman yang tepat”

    “SAYA dihukum tiga tahun karena pengaruh lingkungan dan keadaan. Jakarta sangat kejam dan sadis. Apalagi waktu sekarang banyak diceritakan soal preman,”tutur Rijal alias Agus Tarman (18 tahun), narapidana Lembaga Pemasyarakatan Anak-anak Pria (LPAP) Tangerang di depan  para ibu Dharma Wanita Sub  Unit Kandatel Jakarta Pusat yang berkunjung ke sana, kemarin.

Kawasan tertib lalu lintas di Jaktim:



Yang sudah lama ditunggu akhirnya muncul juga

    RASA kaget dan gembira bercampur jadi satu ketika Senin sore kendaraan  yang ditumpangi penulis sampai di mulut jalan raya Jatinegara Timur, tepatnya di halte bis Kebon Pala atau di depan gereja  Koinonia Jakarta Timur. Kaget, karena di sekitar tempat tersebut arus kendaraan berjalan lancar tidak seperti hari-hari sebelumnya. Aneh memang, arus kendaraan lancar kok malah kaget! Ya jelas kaget, karena kemacetan lalu-lintas di wilayah DKI Jakarta rasanya sudah bukan hal yang aneh lagi. Sudah bukan  merupakan “berita” lagi, kata orang.

Pengembangan Pusdiklat Garuda



 Antisipasi perkembangan teknologi udara
 
    PUSAT Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) PT Garuda Indonesia di Duri Kosambi, Jakarta Barat, kini secara bertahap terus dikembangkan. Dalam lima tahun mendatang Pusdiklat dan berbagai fasilitas yang ada di dalamnya akan menjadi dua kali lipat dari keadaan sebelumnya, termasuk perluasan lahan yang kini  menempati area seluas 6,5 hektare.


Pertumbuhan ekonomi 14 persen



Demam telpon mobil landa Surabaya 


 KALANGAN menengah ke atas di Surabaya dan sekitarnya kini dilanda demam STKB (Sambungan Telepon Kendaraan Bermotor-telepon mobil). Maklum, ibu kota Propinsi Jawa Timur itu akhir-akhir ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat mencapai 14 persen, sehingga berpengaruh terhadap kebutuhan akan fasiltas telekomunikasi. Jawa Timur sendiri pertumbuhan ekonominya sekitar 11 persen.


Sehari tanpa BBM, hemat 15 juta liter
     
    Banyak orang yang terkena   berbagai krisis, khususnya krisis moneter saat ini, melakukan hidup hemat karena dipaksa keadaan. Mereka yang semula menggunakan  kendaraan pribadi roda empat ada yang beralih ke roda dua, bahkan tidak sedikit yang menggunakan kendaraan umum. Karyawan yang semula enggan membawa bekal makan siang, sekarang menenteng rantang untuk mengurangi biaya makan siang.

CATATAN DARI WISATA PERS KE JABAR DAN JATENG (1):

Pendatang ke Jakarta umumnya tak punya keterampilan
       OLEH MUSTOFA AS    WARTAWAN AB

Pengantar
Pemda DKI Jakarta akhir Nopember lalu mengadakan Karya Wisata Pers ke Jawa Barat dan Jawa Tengah. Wisata pers itu dimaksudkan terutama untuk mendapatkan gambaran dan keterangan  sekitar masalah kependudukan, khususnya melihat daerah asal pendatang yang banyak mengalir ke Jakarta. Wartawan HAB Mustofa AS yang sehari-hari bertugas di Pemda DKI mengikuti wisata pers tersebut sekaligus membuat catatan perjalanannya dalam tiga tulisan. Semoga bermanfaat.
Redaksi

40 ha kawasan Tanah Abang diremajakan:



Taman pun dikorbankan untuk tempat parkir kendaraan


    KAWASAN di sekitar pasar tekstil Tanah Abang, Jakarta Pusat, sejak lama  semrawut. Pedagang kakilima, pedagang onderdil, bertumpuknya bermacam-macam kendaraan yang melewati jalan  H Fahrudin, H Mas Mansyur dan Kebon Jati menjadikan areal di  sana padat lalu-lintas dan tidak jarang timbul kemacetan lalu-lintas yang berkepanjangan. Adanya terminal bis di jalan Kebon Jati juga merupakan simpul dari kemacetan, termasuk para pedagang sayur mayur di sepanjang jalan tersebut.

Monday, 11 May 2015

Juara II dan juara harapan I kelompok tani TRI




Menanam tebu lebih menguntungkan dibandingkan menanam padi

JUARA HARAPAN TINGKAT NASIONAL: Kelompok Petani TRI “Kereta Makmur” dari Desa Kertaharja, Kabupoaten Tegal, Jateng, meraih juara harapan I Lomba Tebu Rakyat Intensifikasi tahun 1984/1985. Djauhari, Ketua Kelompokj Petani “Kerta Makmur” dan anggota lainnya bergambar di gubuk tempat mereka bermusyawarah.(Foto:33/ds)



5 WILAYAH DI DKI DILANDA BANJIR

 Seorang terseret air 
 Gubernur tinjau korban

Hujan deras Rabu dan Jumat malam mengakibatkan  kelima wilayah Jakarta dilanda banjir. Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo Sabtu siang meninjau lokasi banjir di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Nampak Gubernur ketika meninjau Kelurahan Cilincing yang terkena banjir (kiri atas). Para calon penumpang berdiri berderet tidak terangkut bis kota yang tidak beroperasi karena pool bis Pelita Mas Jaya di Jl. A Yani tergenang air setinggi 2 meter, hari Sabtu (kanan atas). Toko-toko yang berderet di pinggir jalan Palad dekat terminal bis Pulo Gadung terendam air. Palang penghalang di tengah jalan agar kendaraan tidak memasuki jalan yang ramai digunakan sebagai tempat bermain anak-anak di sana (kiri bawah). Di sepanjang Kali Malang Jakarta Timur juga tidak luput dari serbuan air. Beberapa rumah nampak terendam air hingga atapnya setinggi 3 meter (kanan bawah). (Foto-foto: AB/Mustofa.AS/Antara/dd)

Friday, 24 April 2015

Hari ini serah terima Gubernur DKI:



Tjokropranolo, Gubernur yang mudah terharu
    Dalam usianya yang lebih dari 55 tahun, Letjen TNI Purnawirawan Tjokropranolo nampak masih tegap. Kekekaran tubuhnya kelihatan menonjol apabila ia mengenakan kostum olahraga sepak bola yang sering dilakukannya.

    Gubernur DKI Jakarta yang Rabu pagi ini mengakhiri jabatan yang dipangkunya sejak Juli 1977, selain menyenangi sport, terkenal pula sebagai”bapaknya orang-orang kecil”.