Showing posts with label Soal Halal dan Haram. Show all posts
Showing posts with label Soal Halal dan Haram. Show all posts

Saturday, 26 December 2015

Bolehkah Muslim Mengucapkan "Selamat Natal" ?

Alhamdulillahi robbil ‘alamin, wa shalaatu wa salaamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

    Sudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh orang Nashrani. Mengenai dibolehkannya mengucapkan selamat natal ataukah tidak kepada orang Nashrani, sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini. Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (baca : cendekiawan), sehingga mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani tidaklah mengapa (alias ‘boleh-boleh saja’). Bahkan sebagian orang pintar tadi mengatakan bahwa hal ini diperintahkan atau dianjurkan.

Sunday, 22 February 2015

Kenali Istilah Lain dari Babi



     Jakarta -- Baru-baru ini kita menyaksikan pemandangan yang sangat memprihatinkan: seorang perempuan berkerudung sedang menyantap makanan yang bertuliskan siomay cu nyuk. Foto yang diunggah dan menyebar di media sosial itu sontak menjadi perbincangan hangat. Bukankah cu nyuk artinya daging babi?

Saturday, 10 January 2015

Halal Watch Gelar Wisata Kuliner

Jadi Tahu Resto Tak Halal

    Jakarta – Romlah ceria menyambut kedatangan rombongan di kedainya, Mie Tarik Laiker, di Mal Central Park, Jakarta Barat, Ahad (27/1) siang. Dengan senyum seramah mungkin, dia mempersilakan 14 orang tamunya mengambil tempat duduk dan memesan menu yang tersedia.

Lebih Baik Pilih yang Sudah Pasti Halal

    Kota Bekasi – Banyak jalan keluar yang bisa ditempuh ketika umat Islam menghadapi kesulitan dalam memperoleh produk makanan/minuman halal. Misalnya saja ketika berada di luar negeri, dulu memang sulit mencari restoran halal, namun sekarang asal mau berusaha mencarinya dengan sungguh-sungguh insya Allah akan ketemu. Karena sudah banyak restoran yang menyajikan produk makanan halal.

Friday, 12 December 2014

Seharusnya Sertifkat Halal Itu Dipajang !


  Oleh: Mustofa Achmad S- PusatHalal.com
     Banyak restoran besar  di Central Park, Jakarta Barat,  yang belum  memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.  Hal itu terungkap  dalam Wisata Kuliner Halal yang dilakukan Halal Watch pada Minggu (27-01-2013).

    Menurut  Rachmat Os. Halawa dari Halal Watch, hasil survei yang dilakukan pihaknya dari 67 restoran besar di tempat itu hanya lima yang memiliki  Sertifikat Halal MUI.”Ini belum termasuk restoran kecil yang belum saya survei,”tuturnya di tengah-tengah kegiatan peduli halal itu. Wisata Kuliner Halal  antara lain bertujuan untuk menyadarkan para pemilik restoran agar memperhatikan konsumen Muslim  dengan menyediakan makanan halal melalui sertifikasi halal MUI. Kegiatan tersebut juga sekaligus berdakwah mengenai  pentingnya makanan halal. 

Wisata Kuliner Halal Grup Milis HBE



Bukan  Sekadar Wisata           

Oleh: Mustofa Achmad S- PusatHalal.com

    Udara cerah pada Minggu, 30 Desember 2012. Di area Food and Beverage Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, tampak sekelompok pria dan wanita  terdiri dari anak-anak, remaja, dewasa  dan lansia memenuhi tempat duduk di Restoran Depot Saribanon Citarasa Nusantara. Mereka adalah anggota Grup Milis Halal-Baik-Enak (HBE) dan keluarganya yang tengah berwisata kuliner halal, dan berniat makan di restoran milik artis Tika Panggabean itu.

    Rombongan wisatawan yang terdiri dari 23 orang pencinta halal itu tengah menyimak tanya-jawab pemimpin rombongan, Rachmat Os. Halawa, dengan penanggung jawab resto yang bertugas saat itu, Ardini.  Wawancara tersebut seputar kehalalan makanan yang disajikan resto tersebut.

Bahan-Bahan yang Perlu Diwaspadai Kehalalannya


    Seiring dengan perkembangan teknologi pangan, banyak produk pangan yang bahan -bahannya semula halal namun setelah melalui proses produksi produk yang dihasilkan menjadi tidak halal atau pun diragukan kehalalannya. Hal ini disebabkan karena dalam proses produksi tersebut bahan-bahan halal itu mendapat bahan tambahan yang bertujuan untuk menjadikan produk tersebut tampil lebih baik.

Monday, 1 December 2014

Catatan Perjalanan

Oh, Garuda…
    Pada 8 November 2014 Sekretaris Komisi Fatwa Dr. Asronum Niam Sholeh, MA melakukan perjalanan dinas dalam rangka audit halal dan pelatihan Sistem Jaminan Halal ke China. Berikut catatan ringan perjalanannya, agar bisa menjadi ajang refleksi untuk kita semua. 
 
    Tanggal 8 November malam hari, saya menempuh perjalanan Jakarta - Shanghai dengan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 894. Penumpang penuh. Saat jam makan pagi tiba saya mendapatkan sajian terlebih dulu dengan special request MOML (Moslem Meal).

Tuesday, 25 November 2014

Waspadai Logo Halal pada Produk


    Jumlah produk yang berlabel halal palsu angkanya cukup tinggi yaitu 40 hinggga 50 persen dan ini adalah produk-produk yang telah mendapat registrasi sehat dan baik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (Lukmanul Hakim, Direktur LP-POM MUI, Agustus 2012.)

    Saat ini ditengarai masih banyak produk terutama makanan dan minuman yang menggunakan label/logo halal palsu di kemasannya. Karena itu umat Islam harus berhati-hati terhadap adanya label tersebut yang merupakan akal-akalan para pengusaha untuk menggaet konsumen Muslim ataupun karena ketidakpahaman akan peraturan yang ada. 

Kumpulan Kasus Produk Haram di Indonesia

     Berikut ini rangkuman dari kasus-kasus peredaran barang haram yang pernah terjadi di Indonesia. Tujuan pembuatan artikel ini adalah untuk memberikan kesadaran pada pembaca bahwa sangatlah mungkin di sekitarnya beredar makanan haram akibat dari kecurangan produsen atau pedangan. 

    Banyak motif yang melatar belakangi tindakan curang ini, diantaranya untuk mendapatkan keuntungan berlipat tanpa memedulikan dampak negatif bagi konsumennya. Namun karena kurangnya pengetahuan dan pengawasan dari konsumen, maka mereka dengan bebas memproduksi dan mengedarkan makanan haram tersebut.