Friday, 3 April 2015

Garuda Indonesia dan program keterkaitan

      HARI ini, 26 Januari 1993, PT  Garuda Indonesia genap berusia 44 tahun. Kemarin, dalam suatu acara di kompleks Bandara Soekarno-Hatta dilakukan peresmian GSO (Gedung Sentra Operasi) senilai Rp 42,5 milyar, penyerahan peralatan GSE (Ground Support Equipment) produksi dalam negeri dan  penandatanganan kerja sama  PT Garuda Indonesia dengan 23 pengusaha golongan ekonomi lemah.

Upaya mengembalikan citra Indonesia sebagai produsen minyak atsiri


    INDONESIA merupakan  negara produsen minyak atsiri terbesar di antara negara-negara berkembang, dan termasuk negara pengekspor nomor 10 besar dunia. Namun banyak factor yang menyebabkan  posisi Indonesia kalah bersaing dengan negara-negara produsen lainnya. Antara lain karena Indonesia belum mampu menjamin kontinuitas pengadaan barang dengan mutu yang konsisten.

Teropong

       

                        Pak Tua
                                                         Oleh: Mustofa AS

     LEWAT tengah malam, suasana sunyi. Seorang lelaki tua duduk bersimpuh di ujung sajadahnya sambil sesenggrukan, menangis. Sesekali ia bersujud, kemudian menelungkupkan kedua telapak tangannya di wajahnya yang di sana-sini tampak keriput. Dadanya terasa sesak. Kedua tangannya perlahan diangkat tinggi-tinggi. Dari matanya yang tampak buram, meneteslah bulir-bulir air mata yang bening.

 Para abang becak, selamat  datang  di Ibu Kota
    Selamat datang para Abang becak di Ibu Kota kita! Bang Yos telah memberi lampu hijau kepada Abang untuk mencari nafkah di Jakarta agar kesulitan hidup ini bisa sedikit dikurangi.

   Memang keberadaan Abang di kota Jakarta sudah lama tidak dikehendaki, peraturan daerah menetapkan hal itu. Karena keberadaan para Abang di DKI bisa mengurangi ketertiban umum, khususnya tertib lalu-lintas

Thursday, 2 April 2015

Teropong

                   

                               Terhormat

                                                     Oleh: Mustofa AS

     ANGGOTA DPRD Jatim dari Partai Daulat Rakyat (PDR), Haruno Sumitro, Senin lalu diseret keluar dari kantor DPRD Jatim oleh sekelompok kader PDR. Kalau saja tidak ada Serka Polisi Sukardi dari Polsek Krembangan, barangkali anggota dewan yang juga Ketua DPW PDR Jatim ini akan babak belur. Pasalnya, di luar gedung wakil rakyat itu telah menghadang sejumlah kader yang tampak siap menghajar anggota terhormat  itu. Kelompok kader PDR ini menilai Haruno Sumitro tidak konstitusional menjadi anggota DPRD Jatim.